#

|
Hahahaha, kau datang lagi, diantara para mayat yang berlimpangan, diantara orang-orang yang terbuang, harapan dan cita-cita mereka telah habis diperkosa, diantara bau mesiu kau datang lagi, diantara bau bangkai yang semakin menusuk indra kau datang lagi, . . . . . Kau datang lagi membawa melati, nencoba mengibur dengan menyanyikan langgam, kau ocehkan tak perlu sedu sedan, nama Tuhan kau bawa lagi, sebuah surga kau ucapkan berkali, mereka adalah korban, yang semestinya tak perlu di korbankan, karena masa depan di mata mereka masih inginkan perdamaian, damai, yah hanyalah hidup yang berdampingan, saling tolong menolong, bukan dengan begini, cukuplah !, . Pemimpin mulai berkhotbah diatas mimbar, pentingnya rasa kemanusiaan, menghilangkan nyawa orang lain adalah perbuatan yang sangat biadab,- orang – orang itu datang dengan sendiri, dan pulang juga dengan sendiri, bukan dengan berjamaah seperti ini, bukan dengan berkelompok ia pulang. Ocehan penguasa kembali melemparkan wacana, berdamai, namun tidaklah juga, entah sampai kapan akan berlanjut.


Ku tahu kesedihan akan berkesudahan, Kekejaman akan berhenti juga, tapi menunggu waktu itulah yang aku belum bisa terima, sudah terlalu lama mereka sendiri menghadapi, diantara para saudara nya yang sangat-sangat dekat dengannya.