23 untuk 22

|

Peluhku berjatuhan padamu
Air mataku riak padamu
Cerminku retak tanpamu
Alunan bayanganmu menari setubuhiku
Elusan jiwa yang kini sepi
Liarmu padamkan api
Menari jilati kegelapan malam membirahi
Peluhku bercucuran untukmu
Terkasih kini tak ku dapati lagi
Menyiksa dan membakari diri
Seutas raut yang tak termiliki
Kamu
Mimpi yang ada dalam kahyangan yang dirindukan
Dimiliki. Diinginkan jutaan