Bintang

|

Meremang malam temaram
Lampu minyak redup oleng dengan hembusan
Rindu untukmu menyelinap
Terdengar menyahut sayup

Dedaunan basah
Pipi dialiri airmata
Keputusan cinta adalah kita
Bukan berpisah tak bersama

Cinta ku temukan pagi dirimu
Doakan sepanjang hari
Nafsuku adalah cinta padamu
Bawakan setiap tumpukan hati

Disini untuk kita
Disana untuk mereka
Bertahanlah dengan ataupun tanpa
Jarak yang terpisah

Jalanmu Menikung

|


Bias cahaya melewati kasa-kasa
Debu mencari-cari letaknya
Terkadang kita pura-pura tak mengerti
Untuk suatu hal-hal pasti

Suara suara bergema di udara
Bisikan bisikan memekakkan telinga
Mengantarkan buruk rupa menggenggam bulan
Terpanah asmara jatuh di peraduan
Lihat ibu membuai anak dalam susuan
Nyanyikan harapan masa depan
Doa’ do’a di selipkan untuk namamu di balik malam
Berharap di atas awan malaikat turut mengaminkan

Kemana lagi akan melangkah
Kaki dan mulut penuh dusta
Jalan mu adalah buruan
Nafsu kedewaan
Menikam tajam padaku
Berbicara seolah-olah tak pernah engkau lakukan
Adalah kenyataan tak pernah sepaham

Ada jalan
Suatu tujuan


Jalanmu menikung

23 Maret

|

Terimakasih, dari ku penuh kasih
Berikan padamu untuk abadi
Agar rindu dalam genggaman dapat sampai
Terimakasih atas segala rasa yang bersemi
Untukmu kekasih
Kita akan tak mungkin memutar kembali
Titian senja yang telah pergi

Hampa akan menemani hari
Tanpamu apa arti

Sekarang adalah sendiri
Jiwa ini terasa mati
Melepaskan merpati terbang tinggi
Tak mengerti jalan kembali

Aku dan kamu adalah sepasang
Yang tak di inginkan
Dipertemukan
Kemudian dipisahkan

Titisan mu adalah bayangan
Setiap senja di balik peraduan
Diantara malam dengan kenestapaan

Selamat tinggal
Selamat jalan
Kasih adalah kisah
Tanpa bertanya