23 untuk 23

|


Oh, terlalu dini akan beranjak
Tanah masih retak saat berpijak
Tangisan duka menyayat luka
Terbuka mengantarkan jiwa

Lautan bergelombang
Hanyutkan pikiran bimbang
Teriakan semangat dikobarkan
Tak lelah menghantam karang dihadapan

Banyak cara mengisi hari
Mencari bahagia akhir yang dinanti
Tak mau mengingkari nurani
Inginkan terkadang menjadi bayi
Tak akan pernah dibiarkan air mata mengaliri pipi

Hai Tuhan lelahkah berikan jawaban
Setiap harapan yang dipanjatkan
Bertanya karena lelah mungkin juga bosan
Satu persatu akan pulang jua keperaduan

Oh, adakah waktu mencemooh
Pertanyaan tanpa jawaban yang selalu banggakan dengan angkuh
Bilakah perjalanan tersampaikan
Pada tujuan yang tersamarkan