Sebuah Coretan

|

Setetes cinta kau berikan padaku
Dapatkah ku ambil di kepenatanku
Dirimu mimpiku
Akankah tetesan cinta itu untukku
Aku tidak mempunyai mawar untuk membalas tetesan yang telah hilangkan dahagaku
Aku tak pantas untukmu
Ku harap cintaku untukmu
Tetaplah begitu
Dirimu tetaplah jadi mimpi indah untukku


Ku sangat mencintaimu
Memelukmu adalah hasratku
Yang telah menggebu dalam dada ku
Tapi dirimu miliknya
Tetap aku hanya pemujamu yang tak pernah kau tahu
Aku mencintaimu



Mungkinkah dirimu untukku
Cintamu padaku ternyata palsu
Kau tikam diriku
Ketika ku berharap ku ingin memilikimu selamanya
Selamanya

Aku tak pandai berkata
Yang ingin ku ucap hanyalah
Aku mencintaimu selamanya
Walau pun aku atau dirimu telah tiada

Ku pendam dalam perasaanku padamu
Karena ku takut rasa ku padamu
Tak sebesar rasamu padaku


Aku rindu padamu kekasihku
Seperti rinduku pada Tuhanku


Sang malaikat cinta tersenyum padaku
Dan langit pun ikut mempesona
Saat kau terima cintaku padamu

Inilah hatiku
Tak akan hilang
Walau aku telah tiada
Diakan slalu mencintaimu slamanya

Sepi hatiku
Saat mataku tertutup untuk cinta

Cinta itu adalah sebuah kertas putih
Tinggal bagaimana seseorang itu menyanjung cinta
Karena ia bisa bernoda, robek, bahkan terbakar

Tak ada yang menggantikan bahagia dunia
Jika kedua insan jatuh cinta
Cinta itu dapat muncul dengan sendirinya
Seperti halnya manusia memikirkan penciptanya

Allah azza a jallla
Telah memberikan pasangan bagi setiap hambanya

Cinta tak mungkin dapat membuat dosa
Namun pemeran nya bisa

Lihatlah diriku disini kekasih
Sebelum aku pergi untuk selamanya

Menangisi hari kemarin
Adalah hal terbodoh yang pernah dilakukan

Ada kematian di setiap kelahiran

Hidup adalah sebuah permainan
Yang penuh dengan peran

Cinta itu suci
Karena itu dia mahal harganya

Betapa agungnya seorang wanita
Ia dapat melahirkan manusia sempurna sepanjang masa

Dalam jiwa sepi
Tak dapat berpikir jernih
Karena ia tak dapat lagi berkata

Sebuah hidup
Adalah penuh dengan perjuangan

Tersenyumlah setiap ada masalah
Karena masalah tak pernah menangisi dirimu

Hujan kali ini
Teringat kisah kemarin
Tentang jiwa yang sepi
Dan tentang jiwa yang hampir mati

Ajarkan aku cara memburu cinta
Agar aku dapat mengejar cinta

Hidup ibarat sebuah cerita
Yang mempunyai awal dan akhir

Apa yang di kejar, belum tentu di dapatkan

Apa yang ada dalam dunia
Tak akan habis di dalam nafsu

Nafsu dunia
Adalah sumber penderitaan dunia


Katakan lah apa yang ada dalam pikirmu
Sebelum semua hilang

Semua akan kembali pada Nya
Yang telah menciptakan manusia

Kehidupan itu pahit
Sepahit nya empedu

Tak ada yang bisa menolak kuasa takdir
Karena ia akan berputar dan tak akan berakhir

Hapuslah air mata
Karena tak ada yang perlu di tangisi dalam hidup
Hanyalah sebuah ketentuan

Musuh yang paling besar adalah waktu yang telewati dengan sia sia

Maafkan untuk segala yang ada
Agar diri tak pernah terbebani

Hidup kami hanya milikmu ya Allah
Kami takkan lari apalagi bersembunyi

Haruskah cinta tebuang tanpa cinta?

Kehidupan adalah sebuah ketetapan

Waktu telah memberikan banyak kenangan
Hari yang lalu takkan bisa terulang lagi
Hari esok tak pernah bisa di harapkan lagi
Hari ini adalah saat kita mulai berbenah

Raga yang sepi
Tertunduk menatap langit
Kapankah waktu izrail memanggill

Biarkan cinta mencari pasangannya
Pergi entah kemana
Walau
Kita tak tahu

Maafkan segalanya
Yang telah terlewat dan akan datang

0 komentar:

Posting Komentar