Cawan cinta direguk airnya
diantara kebisingan dan tipu daya
Fajar menghilang tanpa cahaya
Oh, dia pembawa anugerah para
dewata
Ayun golek terurai dari tubuhnya
Cawan cinta tertumpah
Ia tak tersebut namanya
Memuja gairah yang selalu membara
Mengaliri setiap sudutnya
Cawan cinta mengalirlah, . . . .
. . . . .
Melodi cinta disebutkan
Butuh beberapa pengorbanan
Perlu berapa lagi menjadi korban
Ia, namanya tak patutlah
disebutkan
Tergolek lunglai dan lesu
Senyum manis bibirnya merekah
Cawan cinta membatu
Perih dan kenikmatan tiada
batasnya
Perasaannya telah lama hilang
Di beli dengan cinta yang
terbuang
Ia menari setengah telanjang
Lalu berubah dengan jalang
Ia, sudah terlalu banyak namanya
0 komentar:
Posting Komentar