Aku tertidur diatas pasir merbabu
Seorang teman bangunkanku saat
shubuh
Beduk dan suara azan tak
terdengar mendayuh
Aku teringat negeriku
Bentangkan bendera merah dan
putih
Nyanyikan Indonesia Raya dengan
berapi api
Disebelahnya, terduduk pelacur
jalanan langganan sepi
Disampingnya, pengangguran
bermuka lusuh tak dapat mencuri
Aku teringat bangsaku
Berbeda-beda namun bersatu
Disebelahnya, perbedaan paham
saling membunuh
Disampingnya, minoritas menjadi
musuh
Aku terjaga diatas pasir glagah
Seorang teman denganku melangkah
bersama
Camar dan ombaknya bernostalgia
Aku nyalakan api
Angin meliukkannya sangat rapi
Terbentuk bayangan berganti-ganti
Disebelahnya, seorang nenek
memanggul beban beberapa kilo untuk sesuap nasi
Disampingnya, seorang eksekutif
muda korupsi untuk anak bini
Dia berjalan diatas pasir Jakarta
Aku temani dia dengan menggandeng
tangannya
Asap dan terik matahari tak
terasa karena terbiasa
Aku teringat dia
Menangis dan tertawa
Disebelahnya, ayahnya ajarkan kesejatian,
ketegaran
Disampingnya, ibunya ajarkan
welas asih, keprihatinan
Aku dan dia
Perpisahan dan pertemuan dengan air mata
0 komentar:
Posting Komentar