Puisi Sembilan

|

Jaya nusantara
Raharja alam manusianya
Gunungan budaya
Karya seni berlimpah

Tuhan maha cipta
Titipkanlah bijaksana
Jauhkanlah marabahaya
Amin harapannya

Membawa cinta di bara api meregut sisa
Matahari membiaskan bayang atas telaga
Bulan murung bermuram
Payung hitam
Mata hitam
Harapan hitam
Masa lalu hitam

Lukisan Tuhan terpojok pada dinding abu-abu
Menanti cemas kematian kelabu
Wajah membumi berharap kasih
Dosa kah terampuni

Duduk di pojok
Derai gerimis ada disana
Tetesannya membukakan luka
Kenangan terserak

Kasih, lukisan Tuhan terpojok pada dinding abu-abu
Tebal dan berdebu
Wajah rindu hantarkan pilu
Diantara kapal dengan dermaga yang berlabuh

Aku bersujud padanya
Sudah tak ku kira kali berapa
Kemudian ingatanku tertuju padamu
Mencoba mengikhlaskanmu

Ku kecewa pada diriku sendiri
Mencintaimu terlalu penuh arti
Kasih,
Masih sepikah hatimu untuk diri ini

Membawa cinta berada di kawah candradimuka
Menantikannya tetap dan mengapa
Pujangga diam
Hatiku hitam
Mataku hitam
Telingaku hitam
Lenganku hitam
Harapanku hitam
Kasih . . . . . . . putih

Tuhan maha cipta
Titipkanlah bijaksana
Jauhkanlah marabahaya
Amin harapannya

0 komentar:

Posting Komentar