Mari kita omong-omong tentang apa saja
Dengan santai, lembut dan terbuka
Mulai pada pagi, siang, sore, dan malam
Kita omong-omong sesuatu yang terjadi yang telah kita lewati
Berbicara harus bertutur
Dengan kata yang keras dengan nada yang lemah
Harus menjadikan ia biasa
Omong-omong,di negeri ku, Rakyat sengsara biasa, Rajanya lupa rakyat telah lumrah, Urusan perut tiada penawaran, Rakyat yang miskin karena dimiskinkan
Omong-omong, ku dengar ada mahasiswa, teriak lantang menentang penguasa, ketika ia menjadi penguasa, sedikitpun ia tiada pernah melaksanakan kata-kata ia pada saat menjadi mahasiswa
Omong-omong, di negeriku, sesuatu dianggap ada jika di nilai dengan uang, uang begitu berkuasa atas segalanya, bahkan dapat pengaruhi hati nurani
Omong-omong, di negeriku, orang-orang lebih percaya isu daripada fakta sebenarnya, dapat aku lihat betapa mudahnya berwacana di negeriku
Omong-omong, semuanya telah rancu, bahkan semakin kabur dan tiada kejelasan, hanya sebuah do'a-do'a yang di panjatkan selalu dan selalu
Dengan omong-omong lebih mudah untukku berteori, dan harus juga mudah untuk melaksanakannya