Telah Cukupkah?
Bumi telah lama sepi
Menanti kabar dari langit
Langit telah lama sepi
Menanti kabar dari yang menegakkan langit tanpa tiang
Gerimis yang datang membawa petaka
Hujan yang datang membawa bencana
Pergerakan bumi membawa musibah
Angin yang bertiup ingin membawa cerita
Belum cukupkah?
Gunung yang menjulang membawa panas
Api menyala dan menjilati
Telah cukupkah
Anak menjerit
Setiap masalah ia bawa pada Tuhannya
Telah cukupkah?
Dosa yang kita perbuat
=()=2
Hapus air mata itu
Saudaraku
Semua adalah kehendak-Nya
Terlalu banyak dosa yang kita lakukan
Terlalu banyak kebohongan yang kita katakan
Terlalu banyak kemunafikan yang kita agungkan
Semua adalah sebuah teguran
Tuhan,
Maafkan kami, . . . . . . . . .
Langgam Merapi
( Wooooooooooooooo)
Kemenyan mengepul, Gamelan bertabuh saling beradu
Penari - penari kepakkan sayap imitasi
(Woooooooooooooooo)
Dalang mainkan lakon
Rokok tinggal separuh
(Woooooooooooooooo)
Ia mengais rejeki halal
Peluh dan bau khas menemani
(Wooooooooooooooo)
Cerita mulai dijalankan
Arjuna mati di tangan rahwana
Ia terlalu sombong untuk hidup
(Woooooooooooooooo)
Bunga kembang tujuh rupa di semaikan
Sesaji di letakkan
(Duh Gusti)
Salah apa ini
Suara tawa berubah tangis
Angin yang dingin menjadi panas
Keramaian menjadi kegaduhan
(Duh Gusti)
Lari-lari dan lari
Sekejap saja berlalu
Kabut tebal meyelimuti
Semua mulut terkunci
Mata tertutup
Hening, . . . .. . .
=()=4
Tuhan
Disini kami tertunduk pasrah
Semua ketentuanmu akan kami terima
Tuhan
Setiap hati kami telah berjanji
Namun terlalu sering kami ingkari
Tuhan
Terkadang kami terlalu menyombongkan diri
Terlalu sering kami berkata ini milik sendiri
Tuhan
Nun jauh disana di sebuah dusun mereka mengucap asmamu
Tuhan
Nun jauh disana di sebuah kota mereka acuhkan asmamu
Tuhan
Mengapa Engkau memberi bencana kepada mereka orang kampung dan desa
Dimana asma-Mu di sebutnya tak terhingga
Mengapa Engkau tak memberikannya pada orang kota, tempat dimana dosa selalu berada
Tuhan apa dosa ini
Tuhan apakah ini teguran
Atau kemurkaan
Tuhan
Disini kami tertunduk dan pasrah
Disini kami tertunduk pasrah
Semua ketentuanmu akan kami terima
Tuhan
Setiap hati kami telah berjanji
Namun terlalu sering kami ingkari
Tuhan
Terkadang kami terlalu menyombongkan diri
Terlalu sering kami berkata ini milik sendiri
Tuhan
Nun jauh disana di sebuah dusun mereka mengucap asmamu
Tuhan
Nun jauh disana di sebuah kota mereka acuhkan asmamu
Tuhan
Mengapa Engkau memberi bencana kepada mereka orang kampung dan desa
Dimana asma-Mu di sebutnya tak terhingga
Mengapa Engkau tak memberikannya pada orang kota, tempat dimana dosa selalu berada
Tuhan apa dosa ini
Tuhan apakah ini teguran
Atau kemurkaan
Tuhan
Disini kami tertunduk dan pasrah
0 komentar:
Posting Komentar