Telah datang sore, karena siang yang terik telah berlalu, masih seperti biasa, ku hanya dapat berdiam diri, tiada banyak yang dapat kulakukan, hanya menatap layar monitor dengan jari yang selalu beradu dengan sang keyboard. Sore kala itu, tidak biasa, sungguh berbeda, semua terjadi begitu seketika, yah, kembali lagi aku dapat menatapmu dari dekat, tiada batas penghalang yang dapat menutupm pandangku padamu di sore itu, sangat dekat.
Matahari yang akan tenggelam, tak memudarkan wajahmu yang sangat menawan, aku yakin setiap lelaki yang memandang juga pasti akan berkata demikian, kau begitu sempurna, kasih, sayang ku tak bisa menagatakan hal yang sebenarnya padamu, hanya beberapa puisi, yang selalu kutuliskan padamu, di setiap sendiriku, selalu bercerita tentangmu, tiada yang lain.
Sore kala itu, ku lihat kepergianmu, ku tahu waktumu tak banyak untukku, tetapi biarlah, ku telah menikmati setiap detik bersamamu, setiap menit yang kurasa bagai sejam yang kuhitung panjang sekali, terimakasih kasihku, . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Aku hanya bisa mengagumi sejauh ini, mengatakan cinta padamu bahkan ku terlalu takut, sangat takut,. . . . . .
Selepas kau telah hilang dari pandangku, ku pun segera berkemas, merapikan barang agar tiada yang tinggal walau hanya satu. Ku berjalan menyusuri ruangan yang penuh dengan kesejukan akibat dari tehnologi yang makin menjadi, . .. . . . . . Aku pulang ke tempat ku semula dengan sepeda motor yang ku pacu sedikit lamban, . . . . . . . . . . . Wajahmu kasihku, masih selalu menari dalam kepalaku, setiap sudut kota ini seperti engkaulah yang selalu tersenyum padaku, . . . . . .. . . . Ku telah sampai pada tempatku semula, tidak terlalu jauh, hanya beberapa kilometer ukuran jarak, Kembali ku buka komputer jinjingku, sekedar melepas rinduku padamu, ku buka foto-fotomu yang ada dalam media jejaring sosial, dan dapat ku temui status yang ada padamu terbaru saat ini, . . .. . . . Kau telah memiliki seseorang yang kau sebut kekasih, . . . . . . . . . . Kekasih, . . . . . .. . . . . . . . . . . . .. . . Apalah yang dapat ku katakan kembali, Ku mencintaimu begitu cepat, Ku belum memahami arti semua, Kau dan Aku ternyata bukan untuk bersama, Semua begitu cepat, . . . . . . . . ..