Hati yang telah terlewati

|
              Nun, telah sampailah kisah, kabar yang sungguh dinanti, bukan sumpah serapah atau makian dan caci, bukanlah pula sebuah pujian-pujian dan do'a-do'a. Ini hanya sebuah cinta yang biasa bahkan menjadi luar biasa diantara seorang manusia, dan biasa pada manusia umumnya, hati dan perasaan yang selalu menyiksa fikir dan waktu.
          Telah ku titip salam padanya, tentang sebuah rasa atau kejujuran isi hati, tidak dinyatakan tetapi di tuliskan, dengan penuh kesadaran tanpa ada paksaan, telah selesai dituntaskan, dan telah menjadi beda, bahkan lebih beda dari semula, cara pandang, cara berkata, menjadi indah dan penuh makna.
            Harus direlakan dan memang belum saatnya, terlambat, mungkin memang ia. Ketika cinta memang bukan untuk memiliki, karena ia adalah memberi, keikhlasan tanpa mengharap budi, . . . . . . . . . . Yah, hati ini telah terlewati, jauh, . . . .  Jauh sekali terlewati, mungkin kah ia kembali lagi, untuk berbicara kembali, . . . . . . . Menjadi impian bagiku, entah bagaimana dengannya.

0 komentar:

Posting Komentar