Mencoba untuk menemukan diri, apakah ia ada diatas tempat-tempat suci, diatas tempat ibadah misalnya; atau diriku berada dalam tumpukan sampah yang terbuang, terbuang sia-sia tanpa arti apa. Yah aku disebut manusia, makhluk ciptaan paling mulia, sering ku dengar khotbah-khotbah sejenis itu, dan kulihat juga di berbagai kitab-kitab suci agama-agama. Aku dilahirkan menjadi laki-laki, ku tak mengetahuinya, hanya merekalah berkata demikian, karena fisik yang berbeda mungkin dari sebuah makhluk yang sejenis denganku juga yang menurut kesepakatan disebut wanita.
Aku dilahirkan di bumi Dwipantara, bumi yang telah merdeka secara de facto dan de jure katanya, memiliki kesuburan yang sangat berlimpah pada buminya, namun di tanah tempat ku dilahirkan ini lah, kesuburan itu tak berarti apa-apa, banyak yang mati karenanya, entah ku tak paham penyebabnya apa, sekali ini ku baru mengetahuinya, di bumi ku ini orang-orangnya sangat senang dan sangat menjadi budaya suatu penyakit korupsi namanya. Ketidakadilan di negeriku sungguh amat luar biasa, sesuatu sangat di nilai dengan benda, atau materi, menjadi wacana yang tiada habis-habisnya sampai pada cucuku nanti mereka tetap memperdebatkannya, yah hukum tentang ketidakadilan itu.
Mereka memanggilku Marco, entah darimana mereka bisa memanggilku seperti itu, entah karena kebiasaanku yang tak henti-hentinya merokok dengan label Marcopolo, entahlah, yang pasti nama panggilan itu telah mereka berikan padaku sejak sekolah paling dasar di negeri Dwipantara ini. Aku berada di pulau Nyowo, pulau ini merupakan pulau yang tak terlalu besar dibandingkan pulau-pulau lain yang terdapat di bumiku Hindia ini, namun pulau tempatku ini berada sangat padat penduduknya di bandingkan pulau-pulau lain, ku kira wajar adanya, dikarenakan ibukota negeriku berada disini, dan disinilah pembangunan yang sangat pesat itu dilakukan yang di ikuti perputaran uang yang begitu cepat. Tepatnya tempatku berada saat ini, saat aku hidup dan banyak menghabiskan hari-hari sejak aku dilahirkan bernama Daerah Yojo, daerah yang istimewa yang di akui oleh negeriku sampai saat ini, walau terkadang mereka masih memperdebatkannya mengenai istimewanya, tempatku ini merupakan kerajaan yang masih ada sampai kini, masih dipertahankan di tengah modernisasi yang semakin menggila di bumi ku Dwipantara.
Usiaku belum terlalu tua, namun ku juga tidak terlalu muda, bisa di bilang aku masih pemuda, masa-masa yang paling banyak memberikan kesan dalam kehidupan manusia, yang tak akan pernah bisa diulangi kembali semasa hidupnya.tentunya banyak peristiwa hebat-hebat di waktu ini, dan waktu ini yang sangat berpengaruh untuk waktu yang akan datang, memang demikianlah menjadi sebuah usia, dilewati, tanpa dapat di ulangi.
Aku di lahirkan tanpa gelar RM. Gelar yang cukup terhormat pada adat ku, walaupun ayahku seorang abdi dalam istana, tapi aku tak mendapatkan imbasnya sama sekali, atau aku memilikinya, entahlah, ku pastikan setelah membaca akta catatan, memang benar adanya, gelar itu ditiadakan untukku, namun yang menjadi aku terheran, mereka memanggilku dengan sebutan itu, yah siapa lagi kalau bukan temanku, dan pastilah jika memanggil dengan gelaran terhormat itu ada maksud sesuatu denganku, entah apa saja, maka lengkapnya jadilah aku RM. Marco, setidaknya inilah yang menjadi tersirat kemana-mana, padahal tersurat sekali pun tidak.
Demikianlah senyata-nyatanya manusia, ia memiliki nafsu dan tidak tertutup untuk munafik, dilahirkan dengan kelamin, yang mempunyai hormon merangsangnya saling menyuka terhadap lawan jenisnya. Tak luput juga aku, Marco yang doyan merokok ini juga sedang jatuh cinta pada seorang wanita, Wanita memang sosok yang sungguh luar biasa, ia mampu untuk memiliki perasaan yang sangat dalam jika sedang jatuh cinta, ia pulalah yang melahirkan sosok-sosok luar biasa dalam bumi ini, segenap ku menaruh hormat seluruh pada makhluk Tuhan ini. Namanya adalah Dewi Keumala, yah, wanita ini dapat ku kenal dari teman ku Tono, Tono ini sahabatku telah lama, Ia pulalah sahabatku yang menjadi tempat cerita, baik cerita apa saja, bahkan ia pernah mengatakan kalau cerita-cerita yang pernah ku katakan padanya akan ia tulis dan di jadikan sebuah buku, dan langsung ku balas dengan ucapan kau terlalu berlebih dan ia membalas dengan tertawa, entah tertawa untuk apa.
Pernah ku jatuh cinta? setiap manusia pastilah juga, berjuta puisi dan sastra-sastra akan dilahirkan jika rasa ini ada, Dialah Amelia, gadis perawan ini memang ku kagumi sejak lama, wajahnya sangat lembut jika ditatap, suaranya begitu merdu jika didengar, pernah ku berjabat padanya, tangannya begitu halus, sehalus kain sutra yang pernah ada, memang benar adanya, jika orang jatuh cinta, hilanglah seluruh akal sehat yang ada padanya, dan hanya tentangnyalah, yah tentang seorang yang di cintalah selalu fikirnya, demikian jugalah aku adanya.
Usiaku belum terlalu tua, namun ku juga tidak terlalu muda, bisa di bilang aku masih pemuda, masa-masa yang paling banyak memberikan kesan dalam kehidupan manusia, yang tak akan pernah bisa diulangi kembali semasa hidupnya.tentunya banyak peristiwa hebat-hebat di waktu ini, dan waktu ini yang sangat berpengaruh untuk waktu yang akan datang, memang demikianlah menjadi sebuah usia, dilewati, tanpa dapat di ulangi.
Aku di lahirkan tanpa gelar RM. Gelar yang cukup terhormat pada adat ku, walaupun ayahku seorang abdi dalam istana, tapi aku tak mendapatkan imbasnya sama sekali, atau aku memilikinya, entahlah, ku pastikan setelah membaca akta catatan, memang benar adanya, gelar itu ditiadakan untukku, namun yang menjadi aku terheran, mereka memanggilku dengan sebutan itu, yah siapa lagi kalau bukan temanku, dan pastilah jika memanggil dengan gelaran terhormat itu ada maksud sesuatu denganku, entah apa saja, maka lengkapnya jadilah aku RM. Marco, setidaknya inilah yang menjadi tersirat kemana-mana, padahal tersurat sekali pun tidak.
Demikianlah senyata-nyatanya manusia, ia memiliki nafsu dan tidak tertutup untuk munafik, dilahirkan dengan kelamin, yang mempunyai hormon merangsangnya saling menyuka terhadap lawan jenisnya. Tak luput juga aku, Marco yang doyan merokok ini juga sedang jatuh cinta pada seorang wanita, Wanita memang sosok yang sungguh luar biasa, ia mampu untuk memiliki perasaan yang sangat dalam jika sedang jatuh cinta, ia pulalah yang melahirkan sosok-sosok luar biasa dalam bumi ini, segenap ku menaruh hormat seluruh pada makhluk Tuhan ini. Namanya adalah Dewi Keumala, yah, wanita ini dapat ku kenal dari teman ku Tono, Tono ini sahabatku telah lama, Ia pulalah sahabatku yang menjadi tempat cerita, baik cerita apa saja, bahkan ia pernah mengatakan kalau cerita-cerita yang pernah ku katakan padanya akan ia tulis dan di jadikan sebuah buku, dan langsung ku balas dengan ucapan kau terlalu berlebih dan ia membalas dengan tertawa, entah tertawa untuk apa.
Pernah ku jatuh cinta? setiap manusia pastilah juga, berjuta puisi dan sastra-sastra akan dilahirkan jika rasa ini ada, Dialah Amelia, gadis perawan ini memang ku kagumi sejak lama, wajahnya sangat lembut jika ditatap, suaranya begitu merdu jika didengar, pernah ku berjabat padanya, tangannya begitu halus, sehalus kain sutra yang pernah ada, memang benar adanya, jika orang jatuh cinta, hilanglah seluruh akal sehat yang ada padanya, dan hanya tentangnyalah, yah tentang seorang yang di cintalah selalu fikirnya, demikian jugalah aku adanya.
1 komentar:
Lanjutkan jok. terus berkarya.
Posting Komentar