Singgahlah sejenak di alam kematian ku ini, rasakan perih yang menjadi hasil perbuatan ku di alam fana, tempat manusia dan makhluk-makhluk lainnya ada, masuklah kemari pada sebuah kematian yang pasti adanya bagi yang merasa pernah ia punya nyawa, lihatlah jasad ku yang hanya diam membisu, membujur kaku, diam ia tak bergeming diatas gundukan tanah yang baru saja disirami air mawar yang mewangi, namun sebentar lagi, bisa dihitung dengan hari, ia akan membusuk dan menjadi bau tengik yang sangat menjijikkan, jasadku yang ku banggakan akan ditemani sejuta belatung, jasadku yang tampak zahir itu kini telah tiada, lenyap bersama dengan merosotnya permukaan tanah.
Entah masih ada yang dapat mengenangku, sekiranya masih ada yang melihatku saat ku menghembuskan nafasku yang paling akhir, Entah masih adakah yang peduli mengantarkanku, mereka yang berjasa memikul bebanku dalam keranda, entah pun aku mereka mandikan atau shalatkan menurut kepercayaanku dan mereka, aku tak dapat berbuat apa-apa. Pasrah telah kulakukan sejak ku masih manusia, apalagi setelah menjadi Ruhnya manusia
Abstrak bagiku, melihat alam yang berbeda dari sebelumnya, ku seperti dalam mimpi yang tiada terbangun, yang terjebak dalam mimpi, tak bisa ku keluar dan tetap dalam mimpi yang panjang selamanya.
Ku lihat para pengantar jenasahku telah berpulang, kini tiba saatnya ku di interogasi oleh para malaikat yang siap-siap tertawa dan marah-marah bahkan memberikan siksaan, ku tak bisa untuk melakukan apa-apa, hanya menjawab sebisa mungkin, sudah tak bisa lagi ku lakukan tawar menawar seperti di dunia kulakukan.
Tak tahu harus berbuat apa aku sekarang, terdiam, bisu, padahal aku tahu bahasa, alam ini sungguh beda, sangat beda, amat sangat aneh, bagiku, aku terasing dalam sepi ini, ku terhentak ketika sesosok makhluk menyentuh pundakku dan berkata " pulanglah!! belum saat nya kau ada disini" aku terkejut dan takut, ku coba menoleh menatap wajahnya, belum lagi selesai kulakukan ia telah menghilang seketika dan ku tersadar, aku masih di dunia, di bumi manusia dengan segala permasalahannya yang tiada habis-habisnya, . . . . . . .
1 komentar:
Terimakasih, karyamu juga baik
Posting Komentar