Masih memekik merdeka negeriku
Terdengar beberapa puluh tahun lalu
Dingin menusuki tubuh serdadu
Kisah itu
Jogja belum jatuh
Di waktu shubuh
Mentari belum menyapa
Namun burung terlalu cepat berkata
Embun mengantarkan dingin
Air hangat dalam wudhu
Berjama’ah dalam surau
Ku kira kau masih ingat ketika itu
Saat angin mengantarkan kerinduanku
Yang ku lakukan lewat sujud pertamaku
Aku dan kau terpisah jarak waktu
Rindu padamu telah ku mulai saat shubuh jatuh
Lihat sekarang bangsa kita merdeka
Telah ada persiapan yang tak biasa
Jangan ingkari tanah Jogja istimewa
Sebab kisah itu menjadi lakon utama
Shubuh jatuh diantara kita
Mari kita berdo’a bersama
Semoga di perkenankannya
0 komentar:
Posting Komentar