Aku hantarkan sebuah kisah
Ku harapkan engkau baik-baik saja wahai pembaca
Ku harapkan engkau baik-baik saja wahai pembaca
Telah lama kufikirkan dan ku impikan ku bahagia di bumi Indonesia
Sampai akhirnya ajal jua yang memisahkan semua
Hai pembaca yang tercinta
Lewat surat inilah ku ingin bercengkrama dengan tulisan yang terindah
Kemiskinan deritakan kelaparan dan keinginan makan
Apa yang harus dilakukan jika lapar datang menghadang wahai kawan
Pencurian apakah sebuah kejahatan
Manfaatkah sebuah keadilan bagi hamba yang kesusahan
Lalu semua bangsa ini berkata hukum adalah untuk keadilan
Adakah sebuah keadilan bagi hamba yang kemiskinan dan kelaparan
Tak lebih hanya sebuah nasi bungkus yang meringkukkan ku dalam benturan dan tendangan
Wahai pembaca ku yang tercinta
Layakkah ku membicarakan sebuah bahagia
Air mata berdarah-darah menemani di setiap sela
Pantaskah ku masih menaruh harapan pada kenyataan yang ada
Setiap detik maut mengikutiku dan kemudian dipaksakan tersenyum ramah
Aku melihat mereka bicara kemiskinan dan kelaparan di hotel-hotel mewah
Aku mendengar mereka berdebat tentang hukum yang berkeadilan diantara tangisan dan rampasan hak dengan paksa
Untuk cintaku pada sejarah ku ingin ucapkan
Aku mencintai negeriku dengan terjajah
Bukan ku tak mencintai negeri ini dengan sepenuhnya
Namun balasanlah yang tak sepatutnya
Cahaya putih dan harapan penuh cita
Hanya terlihat pada batas langit
Hanya terasa di titian surga
Dimana kebenaran memang menjadi sebuah pedoman
Dan Tuhan bukan menjadi mainan
Dari seorang sahabatmu
Yang telah berselimut kafan
0 komentar:
Posting Komentar