Jangan genggam hujan,
ia akan turun ramai selalu, menyedihkan memang, kita selalu dibasahi olehnya,
tetesannya menggigilkan, hangatnya tak ada kecuali untuk satu hal, kita berdua
bertemu lalu melepas resah.
Aku telah minta pada
ibuku saat itu, restu agar hujan tak terlalu deras, agar kita tak terlalu basah
dan kita dapat menempuhnya jas hujan, namun ibu menolak ku, malah ia
memarahiku, biarkan saja hujan turun, karena hujan untuk kepentingan seluruh
manusia bukan padamu saja ujarnya, ia malah menggerakkan awan hitam, dan di
biarkannya menutupi matahari.
Jangan menangis di kala
hujan turun, nenek selalu memarahiku kalau di lihatnya aku masih juga
memandangi fotomu dengan tetesan air mata. Tak baik, tak baik katanya sambil
merapikan kedua bantal yang telah jatuh tertendang kakiku.
Sebenarnya juga aku
sangat senang dengan hujan, namun juga aku sangat tidak suka dengan hujan, ku
menjadi mengingat hal-hal duka yang telah berlalu, bahkan sering sekali ku
terjebak dengan problematika itu dan lagi tanpa batas yang hadir selalu dengan
tetesan yang jatuh.
Mereka marah hujan
membawa banjir, menghanyutkan harta benda, pencaharian yang akan panen,
penyakit-penyakit, tapi aku yakin anak kecil yang sedang berenang dengan air
luapan masih mengingat orang tuanya yang membuang sampah dan segala bentuk
limbah ke dalam sungai dekat rumahnya, mungkin juga bapaknya ingat, ia
membangun rumahnya dari kayu pemberian adiknya, seorang pengusaha kayu gunung
sebelah.
Jangan genggam hujan,
akan selalu lepas dan berganti dengan tetesan baru, katak-katak akan riang
karena akan datang kehidupan yang baru menggantikan pendahulu yang telah
sekarat, akan ku minta pada ibu agar hujan datang tak terlalu deras. Ku akan
meminta hujan malam ini adalah butiran-butiran halus dalam gerimis, supaya
menjadi harmoni indah pengantar tidurmu menuju pagi, melupakan duka yang
terlewati.
Jangan genggam hujan,
jangan memendam duka terlalu dalam, luka menganga mari doakan, biarkan hujan
turun, ia akan selalu akan kita rindukan, mari hujan tidak kita genggam, tapi kita
nikmati perlahan, hadir berjuta-juta kesan, pesan yang tak tersampaikan.
0 komentar:
Posting Komentar