Suatu Tentang, . . . . 4

|

Ada setan- setan beterbangan di atas langit hampir menuju ke awan, kemudian terlihat ia menukik dan berjalan menggunakan topeng-topeng, beraneka rupa mukanya.
Ia berpidato dengan kopiah di kepalanya, mengajarkan indahnya surga dan menderitanya neraka, di atas mimbar dengan semangat berapi, di jadikannya kitab-kitab untuk menunjukkan kesetiaannya berTuhan, lalu ia memunguti upeti dari para pengikutnya untuk jalan menuju surga.
Ia merayu perawan yang sayu, ia ucapkan kata-kata cinta terindah, dengan sentuhan sentuhan membirahi, tanpa ikatan pertanggungjawaban.
Ia berbicara menuju kesejahteraan manusia dengan kelakuan memusnahkan manusia, di bawanya juga sumpah dengan nama Tuhan, ia katakan rakyat harus merdeka, di sebelahnya ia bungkam teman-temannya dengan jaminan kepala orang tersandera.
Langit hitam kelam, serdadu ombak tak pernah lelah pecahkan karang, topeng-topeng tak pernah luntur apalagi di buka, jubah hitam mencari-cari, kutukan yang tak mampu ia lepaskan.

0 komentar:

Posting Komentar