Ada setan- setan beterbangan
di atas langit hampir menuju ke awan, kemudian terlihat ia menukik dan berjalan
menggunakan topeng-topeng, beraneka rupa mukanya.
Ia berpidato dengan
kopiah di kepalanya, mengajarkan indahnya surga dan menderitanya neraka, di
atas mimbar dengan semangat berapi, di jadikannya kitab-kitab untuk menunjukkan
kesetiaannya berTuhan, lalu ia memunguti upeti dari para pengikutnya untuk
jalan menuju surga.
Ia merayu perawan yang
sayu, ia ucapkan kata-kata cinta terindah, dengan sentuhan sentuhan membirahi,
tanpa ikatan pertanggungjawaban.
Ia berbicara menuju
kesejahteraan manusia dengan kelakuan memusnahkan manusia, di bawanya juga
sumpah dengan nama Tuhan, ia katakan rakyat harus merdeka, di sebelahnya ia
bungkam teman-temannya dengan jaminan kepala orang tersandera.
Langit hitam kelam,
serdadu ombak tak pernah lelah pecahkan karang, topeng-topeng tak pernah luntur
apalagi di buka, jubah hitam mencari-cari, kutukan yang tak mampu ia
lepaskan.
0 komentar:
Posting Komentar