Diatas Pasir Putih

|
             Malam ini begitu indah, di tepi pantai. Bulan sangat penuh, menjadi terang lelautan seperti cermin yang memantulkan cahaya, disini aku dengan dia tiada sekalipun bertutur kata. Banyak yang ingin kukatakan padanya di bawah bulan malam itu, dengan purnamanya yang menyinari wajahmu, sungguh ciptaan Tuhan yang paling indah.
            Senyuman itu seindah rembulan, tak akan pernah dapat dilupakan, walau entah sampai kapan pun, hingga mungkin tiada lagi kesempatan untuk mengingat.
             Aku memang terlalu takut untuk bicara padamu, bukan ku tak bisa atau aku enggan, tapi, aku yang terlalu rapuh pada rasaku sendiri, karena aku mencintai mu, aku mencintai mu, beginilah aku, selalu menjadi pengecut jika denganmu, menjadi diam jika bertemu, ku harap pandangku padamu telah banyak berkata.
             Aku ingin disampingmu, berkata banyak padamu, mengenggam erat tanganmu, mengusir segala dingin malam itu, . . . . . . . . . . . . . .  Tak kulakukan, aku sangat bodoh.
             Pada rembulan yang penuh, ku titipkan semua, sajak tentang namamu, Aku sangat bahagia memandang wajahmu di bawah cahaya rembulan, Begitu sempurnanya, diatas pasir putih ini, di sela suara ombak yang memecah.
            Ingin ku ucapkan aku sayang padamu, aku takut kehilanganmu, dan kamu menjawab dengan senyuman, seindah rembulan,

2 komentar:

Rahman Yaasin Hadi mengatakan...

duduk di satu tikar tanpa sedikitpun saling berucap.

Bahar mengatakan...

telah terjawab dalam tulisan

Posting Komentar