Aku membebaskan secangkir kopi
diatas hujan
Hitam, pahit, manis, pekat
Keindahan itu terikat untuk
senyuman
Memandangimu nikmat
Tahulah kau isi air
Si hitam pekat tertuang dalam cangkir
Hujan jatuhkan sebuah syair
Romantisme pujangga mengakar
Membenih tanpa akhir
Aku membenamkan secangkir kopi
dalam perut
Tubuhku berpeluh jariku menari
Hujan menari genit
Bayanganmu kembali
Tahulah kau isi hujan
Membasahi kematian kehidupan
Ada hujan ada cangkir
Romantisme pujangga mengakar
Membenih tanpa akhir
0 komentar:
Posting Komentar