Desember

|


Ini adalah Desember,
Mungkin saatnya terakhir
Bertemu dan melepaskan
Pada sebuah lembaran

Untuk sebuah amin
Telah sampai pada yang memuncak
Untuk suatu renungan
Dalam kemeriahan bunga api yang memercik

Diam menangisi Desember
Mengaliri pipi teduh segar
Ada disana suka dan duka
Dendang jam yang keduabelas

Untaian bunga
Jatuh menggantikan
Desember menggantungkan harapan
Dingin yang memeluk pelan

Bumi kembali pada revolusi
Jika saja cinta menjadi pemicu diri
Angin malam terakhir untuk hati berongga
Auman anjing lewati jelata

Ada saja
Ada mati, ada kehamilan, ada perkosaan
Ada munafik, ada topeng, ada patung yang digerakkan
Ada saja
Yang mencaci manusia atas nama Tuhannya
Yang membunuhi manusia atas nama kepercayaannya

Ada saja
Yang menutupi dengan do’a ataupun dosa

0 komentar:

Posting Komentar